Elisabeth Matilda Ritan

Elisabeth Matilda Ritan

Lahir di Waiwerang Adonara bekerja sebagai staf penyuluh kesehatan masyarakat di Puskesmas Oepoi sejak tahun 2010

Website URL: http://puskoep.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Puskesmas oepoi dalam masa pandemi tetap melakukan pelayanan imunisasi pada kelompok bayi balita di sarana UKBM yakni posyandu. Penyelenggaraan imunisasi di posyandu binaan puskesmas oepoi tetap mengikuti protokol kesehatan yang dituangkan dalam juknis pelayanan imunisasi di masa pandemi.

Rapid Test Bukan Penentu Covid-19

Kamis, 29 Oktober 2020 21:51

Mungkin anda pernah mendengar tes serologi rapid test untuk COVID-19. Sebenarnya, rapid test bukanlah tes untuk mendiagnosis COVID-19. Rapid test hanyalah pemeriksaan penyaring atau skrining untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG yang dihasilkan tubuh ketika terpapar virus Corona.

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Hasil positif pada rapid test juga tidak bisa dijadikan penentu bahwa seseorang terinfeksi virus Corona. Hal ini karena antibodi yang terdeteksi bisa saja IgM dan IgG yang dibentuk oleh tubuh karena infeksi virus yang lain, termasuk virus dari kelompok coronavirus selain SARS-CoV-2. Hasil seperti ini dikatakan hasil positif palsu (false positive)

Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19. Peran lintas sektor sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan penularan covid-19 ini. Pemerintah Kota Kupang melalui tim satgas covid-19 di tingkat kelurahan memiliki tugas dan tanggungjawab yang tertuang dalam surat keputusan tim satgas disetiap kelurahan. Puskesmas oepoi dalam pelayananannya memiliki empat kelurahan yang menjadi tanggung jawabnya. Diantaranya kelurahan Oebufu, Kayu Putih, Tuak Daun Merah dan Liliba. Setiap kelurahan memiliki langkah antisipasi yang berbeda beda untuk mengatasi penularan Covid-19 ini.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh satgas kelurahan adalah pemantauan kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang, penerapan kawasan wajib masker, himbaun  penggunaan media cuci tangan disetiap rumah, pemantauan penerapan social distancing pada tempat tempat umum dan masih banyak kegiatan lainnya yang dilakukan oleh satgas kelurahan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat sehingga masyarakat sendiri ikut merasakan betapa pentingnya kerjasama antara lintas sektor guna memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

New normal adalah langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. Penerapan new normal ini akan bersamaan dengan pendisiplinan protokol kesehatan yang dikawal jajaran Polri dan TNI. Selanjutnya, tatanan normal yang baru akan diperluas jika dinilai efektif.

Coronavirus Disease 19 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang kini dinamakan SARS-CoV-2 yang merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Puskesmas merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 karena berada di setiap kecamatan dan memiliki konsep wilayah. Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, Puskesmas perlu melakukan berbagai upaya dalam penanganan pencegahan dan pembatasan penularan infeksi.

Dalam upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas Oepoi sebagai salah satu puskesmas di Kota Kupang dalam pelaksanaan pelayanannya tetap memperhatikan kaidah-kaidah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan physical distancing guna membatasi penularan infeksi ataupun memutuskan mata rantai penularan.

Sejak masyarakat dikagetkan dengan berita terkonfirmasinya pasien covid-19 di propinsi DKI Jakarta, NTT khususnya Kota Kupang diliputi kekhawatiran terkait penularan penyakit yang diketahui sangat cepat dan mematikan ini.Kekwatiran masyarakat ini didasari oleh terus bertambahnya pasien yang terkonfimasi covid 19 yang tersebar diberbagai negara khususnya Indonesia. Negara China tepatnya di kota Wuhan yang pertama kali ditemukannya penyakit ini terus melakukan berbagai upaya untuk memutuskan rantai penularan penyakit ini.

Sarana pelayanan kesehatan khususnya puskesmas oepoi melakukan berbagai upaya untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait Covid-19 baik itu didalam maupun luar gedung. Penyebarluasan informasi tentang apa itu covid-19, bagaimana cara penularan dan pencegahannya dianggap sangat penting bagi masyarakat mengingat covid-19 ini merupakan penyakit yang ditularkan oleh virus yang baru ditemukan.

Sosialisasi terus dilakukan puskesmas kepada masyarakat, mengingat penularan penyakit ini diakibatkan oleh perilaku masyarakat yang belum menyadari betul pentingnya perilaku hihup bersih dan sehat khususnya cuci tangan dan etika batuk yang benar

CEGAH DBD DENGAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK

Kamis, 24 Oktober 2019 04:59
Sampai saat ini Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan suatu masalah yang perlu mendapat perhatian secara khusus. Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai hasil dari buruknya kebersihan lingkungan sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yakni dengan menggunakan abate, pemantauan jentik secara berkala, pemberantasan sarang nyamuk dan menggerakan kegiatan 3M plus.
 
Puskesmas oepoi yang memiliki empat kelurahan sebagai wilayah endemis DBD  merencanakan gerakan satu rumah satu jumantik. Gerakan ini dimulai dengan bekerjasama dengan Poltekes Kemenkes Kupang jurusan Kesehatan Lingkungan melakukan penyuluhan DBD dan sosilisasi Jumantik. Kegiatan ini dimulai dari satu RT dalam kelurahan Liliba yang sebelumnya tercatat sebagai RT dengan kasus DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menstimulasi masyarakat secara mandiri bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan agar terhindar dari peyakit Demanm Berdarah Dengue
 
Jumantik bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD.
 
Tugas Jumantik lainnya adalah melakukan 3M+, dan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN), yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.
 
Plusnya, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
 
Selain 3M+ yang harus dilakukan Jumantik, ia juga bertindak sebagai agent of change dalam hal perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD. 
 
 

Surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadi peningkatan dan penularan penyakit atau masalah masalah  kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan (Depkes RI, 2004). Puskesmas oepoi melalui program surveilans melakukan kegiatan rutin penyelidikan epidemiologi kasus diare. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memeperoleh informasi tentang bagaimana perkembangan dan penyebaran penyakit diare di masyarakat. Disamping itu juga untuk mendapatkan gambaran lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat ditingkat rumah tangga. Lingkungan dalam hal ini menyangkut ketersedian dan akses terhadap jamban dan juga ketersedian air bersih. Selanjutnya dalam kaitannnya dengan perilaku maka akan diamati bagaimana penerapan cuci tangan menggunakan air bersih dan juga perilaku stop buang air besar sembarangan. Kegiatan penyelidikan ini dilaksanakan ini di kelurahan Tuak Daun Merah. Diare merupakan penyakit berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian dan dapat menimbulkan letusan kejadian luar biasa (KLB).

Tips Menjaga Kesehatan Pada Wanita

Jumat, 27 Juli 2018 06:29

Mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan mengatur kestabilan emosi memiliki dampak untuk menjaga kesehatan. Berikut tips untuk dapat menjaga kesehatan tubuh.

Cerita Kita Menuju Akreditasi

Jumat, 27 Juli 2018 05:47

Dalam rangka menuju puskesmas yang terakreditasi, puskesmas oepoi melaksanakan berbagai perbaikan dari segi pelayanan maupun manajemen puskesmas. Kegiatan ini diawali dengan pendampingan dari Dinas kesehatan Kota Kupang, penggalangan komitmen internal maupun eksternal.

Halaman 1 dari 3