Coronavirus Disease 19 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang kini dinamakan SARS-CoV-2 yang merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Puskesmas merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 karena berada di setiap kecamatan dan memiliki konsep wilayah. Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, Puskesmas perlu melakukan berbagai upaya dalam penanganan pencegahan dan pembatasan penularan infeksi.

Dalam upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas Oepoi sebagai salah satu puskesmas di Kota Kupang dalam pelaksanaan pelayanannya tetap memperhatikan kaidah-kaidah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan physical distancing guna membatasi penularan infeksi ataupun memutuskan mata rantai penularan.

Dipublikasi pada : Warta
Jumat, 27 Juli 2018 05:47

Cerita Kita Menuju Akreditasi

Dalam rangka menuju puskesmas yang terakreditasi, puskesmas oepoi melaksanakan berbagai perbaikan dari segi pelayanan maupun manajemen puskesmas. Kegiatan ini diawali dengan pendampingan dari Dinas kesehatan Kota Kupang, penggalangan komitmen internal maupun eksternal.

Dipublikasi pada : Warta

 

 Senyum bayi sangat menggoda, apalagi jika bayi sudah mulai tumbuh gigi. Senyum ceria yang dipancarkan bayi anda akan menambah kebahagian anda sebagai orang tua. Sebaiknya anda melakukan perawatan untuk menjaga kesehatan gigi anda. Perawatan gigi pada bayi dapat dimulai pada saat pertama kali tumbuh gigi susu, yaitu pada usia bayi memasuki bulan keenam, perawatan yang dilakukan dapat melalui dua cara yaitu perawatan gusi dan perawatan gigi bayi.

 

Salah satu yang sering kali dilupakan adalah merawat gusi pada bayi. Gusi merupakan bagian mukosa mulut yang terdiri dari jaringan ikat, sebagai tempat akar gigi menempel. Gusi yang sehat dapat mendukung kesehatan anak anda, tanda tanda gusi yang sehat diantaranya berwarna merah muda, permukaan gusi tidak rata melainkan terdapat bintik bintik, bagian tepi gusi tidak mengalami pembengkakan, dan juga gusi tidak mudah berdarah.

 

Untuk menjaga gigi dan gusi anak agar tetap sehat, kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Hindari atau kurangi makanan manis

Memakan banyak makanan atau minuman yang manis, misalnya tebu, permen, es krim, soft drink, kopi, teh dan lain-lain, dapat menyebabkan mempercepat pembusukan gigi. Jangan biasakan memberikan makanan manis atau soft drink pada anak-anak jika anda ingin anak anda memiliki gigi yang sehat.

  1. Sikat gigi setiap hari

Menyikat gigi secara rutin setiap hari, minimal 2 kali sehari, dan segeralah menyikat gigi setelah anak selesai memakan makanan atau minuman yang manis. Mulailah menyikat gigi anak anda ketika giginya telah mulai tumbuh, selanjutnya ajarkan pada anak untuk menyikat gigi sendiri, awasi caranya agar benar.

  1. Tambahkan fluoride

Di beberapa daerah di mana tidak terdapat cukup fluoride secara alami di dalam makanan atau sumber airnya, menambahkan fluoride dapat membantu mencegah gigi berlubang. Saat ini fluoride cukup mudah ditemukan, karena terdapat hampir dalam setiap pasta gigi yang tersedia di pasaran.

  1. Batasi menggunakan botol susu pada bayi

Menghisap terus-menerus pada botol akan menggenangi gigi bayi dengan cairan manis dan hal ini dapat menyebabkan kerusakan dini pada gigi bayi anda. Kalau memungkinkan hindari penggunaan botol dalam pemberian susu untuk bayi anda.

Dipublikasi pada : Info Sehat