Elisabeth Matilda Ritan

Elisabeth Matilda Ritan

Lahir di Waiwerang Adonara bekerja sebagai staf penyuluh kesehatan masyarakat di Puskesmas Oepoi sejak tahun 2010

Website URL: http://puskoep.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

CEGAH DBD DENGAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK

Kamis, 24 Oktober 2019 04:59
Sampai saat ini Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan suatu masalah yang perlu mendapat perhatian secara khusus. Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai hasil dari buruknya kebersihan lingkungan sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yakni dengan menggunakan abate, pemantauan jentik secara berkala, pemberantasan sarang nyamuk dan menggerakan kegiatan 3M plus.
 
Puskesmas oepoi yang memiliki empat kelurahan sebagai wilayah endemis DBD  merencanakan gerakan satu rumah satu jumantik. Gerakan ini dimulai dengan bekerjasama dengan Poltekes Kemenkes Kupang jurusan Kesehatan Lingkungan melakukan penyuluhan DBD dan sosilisasi Jumantik. Kegiatan ini dimulai dari satu RT dalam kelurahan Liliba yang sebelumnya tercatat sebagai RT dengan kasus DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menstimulasi masyarakat secara mandiri bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan agar terhindar dari peyakit Demanm Berdarah Dengue
 
Jumantik bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD.
 
Tugas Jumantik lainnya adalah melakukan 3M+, dan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN), yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.
 
Plusnya, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
 
Selain 3M+ yang harus dilakukan Jumantik, ia juga bertindak sebagai agent of change dalam hal perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD. 
 
 

Surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadi peningkatan dan penularan penyakit atau masalah masalah  kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan (Depkes RI, 2004). Puskesmas oepoi melalui program surveilans melakukan kegiatan rutin penyelidikan epidemiologi kasus diare. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memeperoleh informasi tentang bagaimana perkembangan dan penyebaran penyakit diare di masyarakat. Disamping itu juga untuk mendapatkan gambaran lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat ditingkat rumah tangga. Lingkungan dalam hal ini menyangkut ketersedian dan akses terhadap jamban dan juga ketersedian air bersih. Selanjutnya dalam kaitannnya dengan perilaku maka akan diamati bagaimana penerapan cuci tangan menggunakan air bersih dan juga perilaku stop buang air besar sembarangan. Kegiatan penyelidikan ini dilaksanakan ini di kelurahan Tuak Daun Merah. Diare merupakan penyakit berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian dan dapat menimbulkan letusan kejadian luar biasa (KLB).

Tips Menjaga Kesehatan Pada Wanita

Jumat, 27 Juli 2018 06:29

Mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan mengatur kestabilan emosi memiliki dampak untuk menjaga kesehatan. Berikut tips untuk dapat menjaga kesehatan tubuh.

Cerita Kita Menuju Akreditasi

Jumat, 27 Juli 2018 05:47

Dalam rangka menuju puskesmas yang terakreditasi, puskesmas oepoi melaksanakan berbagai perbaikan dari segi pelayanan maupun manajemen puskesmas. Kegiatan ini diawali dengan pendampingan dari Dinas kesehatan Kota Kupang, penggalangan komitmen internal maupun eksternal.

Setiap manusia memiliki sistem imun, yang merupakan pertahanan pertama untuk melawan berbagai kuman berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, jika Anda tidak ingin sakit, salah satu cara yang harus dilakukan adalah memperkuat sistem imun tubuh.

Lingkungan sebagai tempat kita melakukan segala macam bentuk aktivitas, tanpa kita sadar memberi dampak terhadap derajat kesehatan masyarakat. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa dampak langsung maupun dampak tak langsung.

Pellentesque dapibus nulla turpis, ut tristique felis feugiat vel. Praesent luctus lacus quis eros tempus vestibulum. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Nunc et magna at metus venenatis elementum non eu elit. Etiam in tincidunt eros. Maecenas elementum bibendum turpis ornare maximus. Nullam nulla turpis, rhoncus et magna ac, facilisis vestibulum urna. Quisque convallis metus id elit auctor consectetur. Sed rhoncus in ex ut scelerisque. Morbi non ipsum libero. In dignissim efficitur lectus a tincidunt. Sed a euismod leo.

Maecenas interdum, quam quis tristique lobortis, lacus ante tempus nisl, et convallis sapien tortor vitae ligula. Integer porttitor malesuada tempus. Suspendisse sodales sapien lorem, congue bibendum ipsum efficitur vitae. In ac ultricies nisi, sed tempus est. Ut nec risus sit amet magna ultricies maximus at ac odio. Sed eu consequat orci. Fusce magna enim, molestie sit amet nisi non, porta feugiat sapien. In ullamcorper interdum dictum

Nunc sit amet justo porttitor leo auctor semper non at metus. Pellentesque sollicitudin quis est in pharetra. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Pellentesque at magna et arcu lacinia accumsan. Fusce scelerisque nulla et dolor finibus venenatis. Duis sodales felis malesuada dolor elementum sollicitudin. Maecenas leo tellus, suscipit sed arcu id, dapibus iaculis metus. Quisque vel congue ligula, quis ornare nibh. Sed molestie ante eget sollicitudin porta.

Nam convallis enim vel arcu condimentum, nec semper lectus pulvinar. Ut accumsan libero ut augue vulputate, non ultrices turpis fermentum. Donec lorem urna, iaculis eu eleifend sed, blandit pulvinar ipsum. Vivamus vitae sapien at velit efficitur ultricies. Nam ac tristique dui. Donec luctus, tellus eu facilisis fringilla, lectus libero cursus ipsum, at malesuada nibh purus non lectus. Nam eget fermentum tortor. Ut ullamcorper ornare tellus a venenatis. Duis vel ligula augue. Duis pulvinar placerat orci, eget consectetur sem pulvinar quis. Vestibulum ut quam suscipit, fringilla eros at, consectetur urna. Morbi eu metus mollis, interdum diam vel, venenatis nisi. Vestibulum eleifend lobortis mauris ut elementum. Morbi tristique risus tellus.

Halaman 1 dari 2